Sabtu, 26 Juni 2010

mengajar kelompok kecil dan perorangan

Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan

A. pengaturan Guru dan Peserta Didik
Sebelum kita membahas tentang keterampilan mengajar, pengertian, serta komponen-komponen yang ada, terlebih dahulu kita ketahui mengenai hal pengaturan guru dan peserta didik. Dari segi pengaturan guru dapat dibedakan, pengajaran oleh seorang guru atau oleh suatu tim guru. Dapat pula dibedakan apakah hubungan guru-peserta didik terjadi tatap muka ataukah dengan perantara media (cetak maupun audiovisual). Adapun dari segi peserta didik dapat dibedakan : pengajaran klasikal (kelompok besar atau kelompok kecil : 5-7 orang peserta didik) atau pengajaran individual. Baik dalam pengajaran klasikal maupun individual hendaknya diciptakan hubungan antara guru dan peserta didik, yang memiliki sifat-sifat keterbukaan saling tanggap, saling bergantung (indefendensis) suasana kebebasan, dan saling memenuhi kebutuhan .

Rasional
Dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan, perlu suatu perbuatan yang bersifat memanusiawikan pendidikan. Perbuatan ini berarti bahwa perbedaan individu siswa perlu mendapatkan perhatian yang memadai. Dalam pengajaran yang klasikal pada dasarnya kebutuhan masing-masing siswa tidak dapat dilayani oleh guru karena semua anak di perlakukan sama. Kegiata kelompok kecil dan perorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Guru dapat membantu siswa sesuai dengan kebutuhan, misalnya dengan cara memberi tugas yang sesuai dengan kemampuannya atau menilai kemampuan siswa dengan cara yang paling tepat untuk siswa tersebut .
Supaya setiap anak lebih mendapatkan perhatian serta memungkinkan terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, perlu direncanakan dan dilaksanakan bentuk pengajaran kelompok kecil dan perorangan.

Pengertian
Mengajar kelompok kecil dan perorangan diartikan sebagai perbuatan guru dalam konteks belajar mengajar yang hanya melayani 3-8 orang siswa untuk kelompok kecil, dan hanya seorang untuk perorangan .
Dalam sumber lain disebutkan bahwa kelompok kecil dan perorangan adalah sebagai variasi dari kegiatan klasikal yang sudah merupakan tradisi dalam kehidupan sekolah di Indonesia .

B. Peranan guru
Dalam pengajaran kelompok kecil dan perorangan, guru berperan sebagai :
a. Organisator kegiatan belajar mengajar.
b. Sumber informasi bagi siswa.
c. Pendorong bagi siswa untuk belajar.
d. Orang yang mendiagnosa kesulitan siswa serta memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
e. Penyedia materi dan kesempatan belajar bagi siswa.
f. Peserta kegiatan yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti siswa lainnya, ini berarti guru ikut menyumbangkan pendapatnya untuk memecahkan masalah atau mencari kesepakatan bersama sebagaimana siswa lain melakukannya.

C. Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok kecil merupakan salah satu format pembelajaran yang mempunyai ciri-ciri :
1) Melibatkan 3-9 orang siswa setiap kelompoknya,
2) Mempunyai tujuan yang mengikat.
3) Berlangsung dalam interaksi tatap muka yang informal, dan
4) Berlangsung menurut proses yang sistematis.
Diskusi kelompok kecil bermanfaat bagi siswa untuk :
1) Mengembangkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi.
2) Meningkatkan disiplin.
3) Meningkatkan motivasi belajar.
4) Mengembangkan sikap saling membantu, dan
5) Meningkatkan pemahaman.

D. Komponen keterampilan Dalam Kelompok Kecil
Ada empat komponen yang perlu dikuasai guru untuk pengajaran kelompok kecil dan perorangan , yakni :
a. Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
Prinsip yang penting dalam pengajaran kelompok kecil dan perorangan adalah terjadinya hubungan yang akrab antara guru dan siswa. Suasana ini dapat diciptakan dengan cara :
1) Menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan siswa.
2) Memberikan respon positif terhadap pikiran siswa.
3) Membangun hubungan saling mempercayai.
4) Menunjukkan kesiapan untuk membantu siswa tanpa kecendrungan mengambil alih atau mendominasi tugas siswa.
5) Mendengarkan secara simpati.
6) Menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian dan keterbukaan.
7) Berusaha mengendalikan situasi sehingga siswa merasa aman, merasa dibantu, serta merasa menemukan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi.

b. Keterampilan mengorganisasi
keterampilan yang diperlukan dalam peran guru sebagai organisator selama pelajaran berlangsung adalah :
1) Memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas, atau masalah yang akan dipecahkan secara jelas.
2) Memvariasikan kegiatan yang mencakup penetapan ruangan kerja, peralatan, cara kerja, aturan, dan waktu.
3) Membentuk kelompok yang tepat pada berbagai tugas dan kebutuhan siswa.
4) Mengkoordinasikan kegiatan dengan cara melihat kemajuan serta penggunaan materi dan sumber sehingga dapat memberikan bantuan dengan cepat.
5) Membagi-bagi perhatian kepada berbagi tugas dan kebutuhan siswa sehingga guru siap datang membantu siapa saja yang memerlukannya.
6) Menkgakhiri kegiatan dengan suatu kulminasi yang dapat berupa laporan hasil dan kesimpulan dari kegiatan.

c. Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
keterampilan ini diperlukan untuk membantu siswa maju tanpa mengalami frustasi. Adapun beberapa keterampilan yang menunjang adalah :
1) Memberikan penguatan
2) Mengembangkan supervisi proses awal, yang dikerjakan dengan tujuan melihat apakah siswa sudah bekerja sesuai dengan arah, memberi bantuan bila diperlukan, dan sebagainya.
3) Mengadakan supervisi proses lanjut, dikerjakan setelah kegiatan berjalan lama, dan sifatnya selektif. Interaksi yang muncul dapat berupa memberikan bimbingan tambahan, melibatkan diri sebagai katalisator.
4) Mengadakan supervisi pemaduan, dikerjakan untuk mengetahui dan menilai sejauh mana tujuan telah dapat dicapai dalam rangka menyiapkan pelaksanaan rangkuman, dan pemantapan. Pada akhirnya siswa dapat salng belajar dan memperoleh wawasan yang menyeluruh tentang kegiatan tersebut.

d. Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.
Keterampilan ini meliputi :
1) Membantu siswa menetapkan tujuan pelajaran
2) Merencanakan kegiatan belajar bersama siswa.
3) Berperan sebagai penasihat bagi siswa bila perlu.
4) Membantu menilai pencapaian dan kemajuan sendiri.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan
a. Guru yang biasa mengajar secara klasikal, sebaiknya mulai dari mengajar kelompok kecil, dan kemudian perorangan.
b. Tidak semua topik dapat dipelajari secara efektif dalam kelompok kecil maupun perorangan.
c. Pengorganisasian siswa, sumber materi, serta waktu, merupakan langkah pertama yang perlu diperhatikan oleh guru.
d. Kegiatan pengajaran harus diakhiri dengan kulminasi.
e. Dalam pengajaran perorangan, guru perlu mengenal siswa secara pribadi.



Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan keterampilan yang cukup kompleks dan memerlukan penguasaan keterampilan-keterampilan sebelumnya, yakni keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, dan membimbing diskusi kelompok kecil. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh pengetahuan, kemampuan, kreativitas, serta hubungan antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.
























Kesimpulan

Pada dasarnya, siswa mempunyai karakteristik yang sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Untuk menampung perbedaan ini, variasi pengorganisasian kegiatan klasikal, kelompok kecil dan perorangan perlu digalakkan.
Pengajaran kelompok kecil dan perorangan hanyamungkin terwujud, jika terpenuhi syarat-syarat berikut :
1. ada hubungan yang sehat dan akrab antara guru-siswa dan siswa-siswa.
2. siswa belajar dengan kecepatan, kemampuan, cara, dan minat sendiri.
3. siswa mendapat bantuan sesuai dengan kebutuhannya.
4. siswa dilibatkan dalam perencanaan belajar.
5. guru dapat memainkan sebagai peran.

Pengorganisasian kegiatan klasikal,kelompok kecil, dan perorangan dapat dibuat dengan berbagai variasi,sesuai dengan topik/tujuan, kemampuan siswa, serta waktu dan fasilitas yang ada.
Agar dapat mengelola kegiatan kelompok kecil dan perorangan, guru harus menguasai empat kelompok komponen keterampilan dengan subkomponennya.
1. keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
2. keterampilan mengorganisasikan.
3. keterampilan membimbing dan memudahkan belajar.
4. keterampilan merencanakan dan melakukan kegiatan-kegitan belajar-mengajar.


LEMBAR OBSERVASI KETERAMPILAN
MENGAJAR KELOMPOK KECIL

Guru/calon Guru :...... Kelas :.........
Pengamat :......

petunjuk : Beri tanda (V) sesuai dengan petunjuk pada setiap nomor.

1. Tandai keterampilan pengorganisasian yang anda amati pada kolom yang tersedia !
a. Memberikan orientasi
b. Membuat variasi tugas
c. Mengkoordinasi
d. Membagi perhatian
e. Mengkulminasikan
f. Menutup

2. tandai keterampilan membimbing dan memudahkan belajar yang anda amati pada kolom yang tersedia !
a. Memberi penguatan
b. Supervisi proses awal
c. Supervisi proses lanjut
- interaksi
- tutoring (memberi bantuan tambahan)
- memimpim diskusi
- sebagai katalisator
d. supervisi pemaduan

3. apakah terdapat rencana yang memadai pada !
a. penggunaan ruangan
b. penggunaan alat-alat
c. penggunaan sumber
d. gerakan siswa
e. gerakan guru

4. apakah tugas
a. diarahkan dengan jelas
b. menarik dan menantang
c. bertingkat’menyediakan kesempatan bagi siswa untuk ikut merencanakan.

Bila ya, tandai V pada kolom yang tersedia !


Daftar pustaka

Wardani,I.G.A.K, dkk. Pembinaan kompetensi guru matematika : universitas terbuka. Jakarta : 2001.

Semiawan conny, dkk. Pendekatan keterampilan proses. Jakarta : PT Gramedia. 1992.

Drs, Soetomo. Dasar-dasar interaksi belajar-mengajar. Surabaya : Usaha nasional. 1993.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar